Jakarta - Bakal cagub DKI Agus Harimurti memenuhi undangan Magister Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) untuk mengisi seminar tentang kepemimpinan. Agus menekankan pentingnya mengambil keputusan dalam situasi genting.
Agus datang dengan mengenakan kemeja biru gelap dibalut dengan jaket berlogo Harvard University berwarna hitam. Sang istri tercinta, Anissa Pohan, pun terlihat mendampingi sang suami dengan mengenakan baju putih berbalut jaket hitam. Tampak Sekjen PAN Eddy Soeparno ikut serta dalam rombongan Agus.
Foto: Bisma Alief |
"Bagaimana Mas Agus akan membawa pengalaman di militer kalau nanti terpilih sebagai gubernur Jakarta?" tanya seorang peserta bernama Fadel Muhammad dalam seminar 'Kepemimpinan Anak Muda Abad 21' di Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (21/10/2016).
"Tentu saya berupaya untuk bisa mengadopsi pelajaran berharga selama di TNI. Yang baik dan relevan bisa diterapkan di birokrasi. Saya yakin banyak hal positif dan semua saling belajar. Salah satunya bagaimana mengambil keputusan kritis yang harus cepat, tegas dan penuh perhitungan. Walaupun ada resiko yang dipertaruhkan," jawab Agus.
Sementara itu, mahasiswa lain bernama Monik bertanya kepada Agus tentang pandangannya dari sisi kepemimpinan terhadap definisi Indonesia Modern. Monik juga bertanya terkait transisi generasi X ke generasi Y.
"Bagi saya itu, tidak beda dengan negara-negara yang lebih maju. Tapi untuk Indonesia harus tetap berkarakter membumi di negerinya sendiri. Saya tidak setuju kalau modern harus menjadi barat. Modern itu tidak boleh mencabut indentitas bangsa Indonesia yang beragam. Sayangnya keberagaman itu saat ini jadi dipertentangkan bukan mempersatukan. Untuk saya keberagaman itu adalah alat perekat," jawab Agus.
"Transisi antar generasi, kita sadar setiap era punya tantangan yang beda. Maka dari itu tiap generasi pun harus disiapkan. Kita tidak bisa menyamakan cara pandang tiap generasi. Cara komunikasi pun harus disesuaikan. Para pemimpin atau yang dianggap lebih tua harus mempelajari dan menggunakan pola-pola komunikasi yang lebih dimengerti oleh bawahan atau generasi di bawahnya," sambungnya.
Foto: Bisma Alief |
Foto: Bisma Alief
Foto: Bisma Alief
Tidak ada komentar:
Posting Komentar