Senin, 24 Oktober 2016

Imam Besar Istiqlal: Kita Mestinya Bangga Sebagai Muslim Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Imam Masjid Besar Istiqlal Jakarta, Prof Nasaruddin Umar, mengatakan, umat Islam di Tanah Air patut berbangga dan bersyukur karena tak sedikit negara di kancah dunia internasional banyak berkaca kepada keberhasilan Indonesia.
“Sebagai WNI, kita bangga dalam XXX FORO IBEROAMERICANO di Santiago, Chili banyak disebut sebagai contoh negara berhasil mengatasi persoalan ekonomi dan politik dalam negeri,” katanya kepada Republika.co.id lewat pesan whatsapp di Jakarta, Jumat (21/10).
Nasaruddin mengatakan, menguat dalam diskusi dengan sejumlah peserta, bahwa seandainya tidak ada Indonesia sebagai represantasi negara Muslim terbesar, sulit membendung anggapan Islam sebagai agama kekerasan.
“Indonesia membuktikan bahwa Islam paralel dengan prinsip demokrasi, kesetaraan jender, HAM, toleransi, nation state, dan ekonomi modern,” katanya.
Nasaruddin yang juga Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Jakarta saat ini tengah berada di mewakili Indonesia dalam konferensi tentang penjaminan yang berlangsung 20-21 tersebut, termasuk penjaminan syariah.
Dari Chili, rencananya, sosok yang pernah menjabat mantan wakil menteri agama ini akan berangkat ke Yordania mengikuti konferensi internasional tahunan yang digelar Raja Abdullah II Yordania pada 23-25 Oktober mendatang. 

Peparnas XV 2016: Tim Jabar Hadapi Kalsel di Final Sepak Bola

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Tim sepakbola Jawa Barat akan berhadapan dengan tim Kalimantan Selatan pada Cabang Sepakbola Cerebral Palsy Peparnas XV 2016. Kedua tim memastikan posisi setelah kedua tim mengalahkan lawannya masing-masing di babak semifinal. Tim Jabar mengalahkan tim Jawa Tengah 3-2 melalui adu penalti. Sementara Tim Kalsel melibas Tim Jatim 6-0.
Cabang Sepakbola peparnas XV ini diikuti oleh atlet-atlet penyandang Cerebral Palsy adalah suatu keadaan yang ditandai dengan buruknya pengendalian otot, kekakuan, kelumpuhan dan gangguan fungsi saraf lainnya. Penyandang sindrom ini mengalami kesulitan untuk mengendalikan secara normal gerak otot mereka.

Perludem Minta DPR-Pemerintah Bahas RUU Pemilu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) meminta DPR dan Pemerintah agar fokus dan segera membahas RUU Pemilu. Ini mengingat waktu yang semakin sempit dalam persiapan pemilu serentak 2019.
Peneliti Perludem Fadli Ramadhanil dalam siaran persnya menyatakan, hal itu menanggapi Rancangan Undang-Undang Pemilu yang telah disampaikan Pemerintah kepada DPR. Ia mengatakan, penyerahan RUU tersebut jauh terlambat dari target awal. Namun demikian, hal ini menjadi titik awal untuk menyusun regulasi Pemilu serentak 2019.
"Banyak tantangan yang akan dihadapi oleh Pemerintah dan DPR dalam menyusun RUU ini. Tantangan pertama tentu saja soal waktu yang sangat sempit, di tengah banyak isu yang akan dibahas," kata Fadli.
Keadaan semakin rumit ketika banyak kepentingan yang berkelindan di dalam RUU Pemilu ini, karena memang yang akan saling berbenturan adalah kepentingan elite politik untuk merebut kuasa dalam Pemilu 2019. "Pemerintah dan DPR pastinya mahfum dengan keadaan ini. Oleh sebab itu, proses pembahasan mesti dilakukan secara fokus, efektif, dan betul-betul mendengarkan aspirasi dari banyak stakeholder pemilu, terutama pemilih," katanya.
Selain itu, menurut dia, proses pembahasan RUU Penyelenggaraan Pemilu ini mesti memperhatikan sungguh tujuan pemilu sebagaimana yang selalu disebutkan di dalam setiap undang-undang pemilu. Beberapa di antaranya adalah meningkatkan partisipasi dan pendidikan politik masyarakat, memperkuat sistem presidensil, dan melakukan pembenahan dan perbaikan partai politik.
Lebih dari itu, sambungnya, pendekatan utama yang mesti dilakukan oleh Pemerintah dan DPR adalah, penyusunan dan pembahasan RUU Penyelenggaraan Pemilu untuk 2019 betul-betul berangkat dari evaluasi pemilu sebelumnya.
"Untuk bisa melakukan itu, Pemerintah dan DPR mesti dengan rendah hati untuk melakukan pembahasan secara terbuka, partisipatif, dan mendengar masukan penyelenggara pemilu dan masyarakat," katanya.

Pakai Jaket Berlogo Universitas Harvard, Agus Yudhoyono Isi Seminar di UI




Jakarta - Bakal cagub DKI Agus Harimurti memenuhi undangan Magister Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) untuk mengisi seminar tentang kepemimpinan. Agus menekankan pentingnya mengambil keputusan dalam situasi genting.
Agus datang dengan mengenakan kemeja biru gelap dibalut dengan jaket berlogo Harvard University berwarna hitam. Sang istri tercinta, Anissa Pohan, pun terlihat mendampingi sang suami dengan mengenakan baju putih berbalut jaket hitam. Tampak Sekjen PAN Eddy Soeparno ikut serta dalam rombongan Agus.
 Pakai Jaket Berlogo Universitas Harvard, Agus Yudhoyono Isi Seminar di UIFoto: Bisma Alief
Bukan tanpa alasan menggunakan jaket berlogo Universitas Harvad. Agus adalah jebolan John F Kennedy School of Government, Harvard University, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat. Agus diwisuda pada 27 Mei 2010 yang lalu menyandang gelar Master of Public Administration dari universitas terkemuka tersebut.
"Bagaimana Mas Agus akan membawa pengalaman di militer kalau nanti terpilih sebagai gubernur Jakarta?" tanya seorang peserta bernama Fadel Muhammad dalam seminar 'Kepemimpinan Anak Muda Abad 21' di Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (21/10/2016).
"Tentu saya berupaya untuk bisa mengadopsi pelajaran berharga selama di TNI. Yang baik dan relevan bisa diterapkan di birokrasi. Saya yakin banyak hal positif dan semua saling belajar. Salah satunya bagaimana mengambil keputusan kritis yang harus cepat, tegas dan penuh perhitungan. Walaupun ada resiko yang dipertaruhkan," jawab Agus.
Sementara itu, mahasiswa lain bernama Monik bertanya kepada Agus tentang pandangannya dari sisi kepemimpinan terhadap definisi Indonesia Modern. Monik juga bertanya terkait transisi generasi X ke generasi Y.
"Bagi saya itu, tidak beda dengan negara-negara yang lebih maju. Tapi untuk Indonesia harus tetap berkarakter membumi di negerinya sendiri. Saya tidak setuju kalau modern harus menjadi barat. Modern itu tidak boleh mencabut indentitas bangsa Indonesia yang beragam. Sayangnya keberagaman itu saat ini jadi dipertentangkan bukan mempersatukan. Untuk saya keberagaman itu adalah alat perekat," jawab Agus.
"Transisi antar generasi, kita sadar setiap era punya tantangan yang beda. Maka dari itu tiap generasi pun harus disiapkan. Kita tidak bisa menyamakan cara pandang tiap generasi. Cara komunikasi pun harus disesuaikan. Para pemimpin atau yang dianggap lebih tua harus mempelajari dan menggunakan pola-pola komunikasi yang lebih dimengerti oleh bawahan atau generasi di bawahnya," sambungnya.
 Pakai Jaket Berlogo Universitas Harvard, Agus Yudhoyono Isi Seminar di UIFoto: Bisma Alief
(ams/ams)

Kapal Munik Kandas, Antrean di Gilimanuk Mengular

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Kapal barang Munik kandas di perairan sebelah utara Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Akibat musibah itu, antrean di Pelabuhan Gilimanuk mengular, terutama untuk kendaraan pengangkut barang atau truk.
"Saya lagi di Jakarta, tapi laporan petugas di lapangan, kapal yang terdampar sudah dapat ditarik," kata Manager Operasional ASDP Gilimanuk Sugeng Purnomo.
Musibah terdamparnya kapal LCM Munik, terjadi Jumat (21/10), sekitar 15.30 Wita. Namun setelah dua jam, kapal berhasil ditarik. Tidak ada korban jiwa maupun kendaraan dalam peristiwa itu.
Menurut Ugeng, Munik terdampar akibat hempasan angin yang kencang. Kapal Munik yang berangkat dari Ketapang Banyuwangi dan hendak bersandar di Gilimanuk, tiba-tiba terseret arus dan akhirnya kandas sekitar 100 meter dari pelabuhan. "Tapi dalam dua jam, keadaan sudah bisa diatasi," kata Ugeng.
Dari pemantauan Republika.co.id, kasus terdamparnya Munik, mengganggu penyeberangan truk atau kendaraan pengangkut barang. Hingga 22.00 Wita, antrean truk mengular sampai sekitar dua kilometer keluar pelabuhan. Sementara kendaraan penumpang pribadi maupun bus, terangkut dengan normal.
Mengenai antrean truk yang cukup panjang, Hugeng menyebut karena terganggu oleh kasus Munik. Namun sebutnya, pada malam hari di Gilimanuk sebenarnya memang lebih  padat ketimbang pagi atau siang hari, karena bersamaan dengan jadwal bus malam yang akan menyeberang ke Pulau Jawa. "Jadi keadaan pada malam hari memang lebih ramai," katanya.

Business Apartment, Hunian Idaman di Kawasan Strategis


Business Apartment, Hunian Idaman di Kawasan Strategis

Jakarta -
Dewasa ini, transportasi massal menjadi aspek penting untuk menunjang mobilisasi masyarakat yang tinggal di perkotaan. Dengan adanya transportasi massal, berbagai aktivitas yang dijalankan bisa lebih efisien, hemat waktu, dan hemat tenaga. Oleh sebab itu, banyak orang lebih memilih untuk tinggal di lokasi strategis dengan sistem transportasi massal yang aman dan nyaman.
Sistem transportasi massal yang baik memiliki banyak keuntungan bagi masyarakat. Jika memiliki hunian di wilayah dengan sistem transportasi massal yang baik, tentu saja Anda akan merasa lebih nyaman menggunakan kendaraan umum dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi. Pasalnya, jika menggunakan kendaraan pribadi justru akan menambah kemacetan lalu lintas dan polusi udara.
Selain itu, wilayah dengan sistem transportasi massal yang baik memiliki pengaruh besar terhadap dunia properti. Banyak pengembang yang tertarik dan berminat untuk membangun properti di wilayah tersebut, karena pasti akan diminati oleh masyarakat. Dan efeknya, dapat dipastikan akan mengalami kenaikan harga tahun demi tahun.
Business Apartment, Hunian Idaman di Kawasan Strategis

Itulah sebabnya Synthesis Development meluncurkan Samara Suites di kawasan yang memiliki fasilitas transportasi massal, yaitu di Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Uniknya, properti yang dikembangkan ini adalah apartemen dengan konsep business apartment pertama di Indonesia. Konsep ini sangat pas bagi para pebisnis, professional dan ekspatriat.
Samara Suites berdiri di kawasan Synthesis Square, Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 64 No.177 A. Synthesis Square merupakan kawasan bisnis baru dengan 2 office tower; High End Office dan Boutique Office untuk mendukung kegiatan berbisnis. Selain itu, Samara Suites dekat dengan area perkantoran Jl. Gatot Subroto dan Jl. Rasuna Said.
Iffan, seorang karyawan swasta salah satu pembeli yang berkantor di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan merasa puas bisa memiliki unit di Samara Suites. "Saya merasa beruntung memiliki hunian dari pengembang Synthesis Development yang berada di lokasi strategis, Jl. Gatot Subroto, dan banyak terdapat transportasi massal. Mulai dari Light Rapid Transit (LRT), Commuter Line, hingga Trans Jakarta. Akses menuju pusat perbelanjaan dan Central Business Distirict (CBD) area juga sangat dekat. Konsep Rental Management Service (RMS) yang ditawarkan oleh Samara Suites juga sangat unik. RMS berfungsi untuk membantu para investor dan penyewa dalam menjalankan kegiatannya dan pengelolaan unitnya. Jadi kita bisa menyewakan apartemen saat tidak sedang memakainya," ujar Iffan.
Banyak developer yang membangun apartemen baru di wilayah Jakarta saat ini. Namun, menurut pengakuan pembeli lainnya, Miss Lee, seorang professional berkebangsaan Korea yang bekerja di Jakarta, ada poin menarik mengenai Samara Suites, yaitu konsep mengenai bisnis apartemennya. Konsep ini dapat menyediakan apa yang diperlukan oleh penghuni dan akan sangat membantu dalam kesibukan atau mobilitas tinggi.
"Dengan begitu diharapkan ada upaya untuk mengembangkan transportasi massal sebagai solusi terbaik sehingga ke depannya warga Jakarta atau pekerja yang tinggal di wilayah Jabodetabek tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi dan lebih memilih menggunakan transportasi massal," ujar Miss Lee.
Business Apartment, Hunian Idaman di Kawasan Strategis
Fasilitas Lengkap
Ada 292 unit yang dihadirkan oleh Samara Suites lengkap dengan berbagai fasilitas seperti co-working space, business center, meeting room, kolam renang, fitness center, barbeque area, coffeeshop, reflection garden, sauna, dan convenience store. Samara Suites terdiri dari tiga tipe unit apartemen, yaitu satu kamar tidur, dua kamar tidur, dan tiga tempat tidur, Samara Suites ditawarkan dengan 1,4 miliar rupiah dan dapat dicicil 36 kali bayar tanpa Down Payment.
Lokasi Samara Suites dekat dengan pusat belanja, jalan tol, transportasi publik, pintu tol, jalur Trans Jakarta dan ke depannya akan dilalui LRT fase 1 serta memiliki akses dua muka baik dari Patra Kuningan dan Jl. Gatot Subroto. Semua hal tersebut merupakan komponen utama dari konsep urban living yang diusung oleh Samara Suites.
Dapatkan berbagai promo menarik selama Oktober 2016 dan program Tailored Payment dimana pembeli bisa memilih tata cara pembayaran sesuai dengan keinginanya juga beragam program lainnya, dengan mengunjungi Show Unit Samara Suites di Marketing Office Synthesis Square Tower 2, Ground Floor, Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 64 No.177 A, Jakarta Selatan. Bisa juga klik www.synthesis-square.id atau hubungi kami di no telepon 021 831 7770.

(adv/adv)


Kemenkeu Janji Perbaiki Pelayanan Reekspor Bea Cukai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berjanji memperbaiki pelayanan reekspor (pemulangan barang ke negara asal) di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Perbaikan ini menyusul masih adanya keluhan terhadap lambatnya perizinan reekspor.
Sekretaris Jenderal Kemenkeu Hadiyanto mengakui, indeks di beberapa struktur kepabeanan, baik ekspor atau impor belum baik. "Standar operational prosedur (SOP) memang harus memberi kepastian usaha dan harus ada kepastian dalam mengurus surat izin reekspor,” kata Hadiyanto kepada wartawan, Jumat (21/10).
Hadiyanto mengatakan, lambatnya perizinan di segala sektor penting untuk terus diperbaiki guna meningkatkan peringkat daya saing Indonesia. Saat ini, kata dia, pemerintah sebenarnya sudah membuat pusat logistik berikat (PLB) untuk mempercepat arus ekspor-impor.
Ia menegaskan, sejalan dengan target Presiden Jokowi memerangi pungli, Kemenkeu berkomitmen memberantas segala praktik pungli, termasuk di Ditjen Bea dan Cukai.
Pernyataan Hadiyanto tersebut sekaligus menanggapi adanya keluhan dari perusahaan importir PT Mitra Perkasa Mandiri yang sudah berbulan-bulan tidak mendapat izin reekspor dari kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok.
Padahal, perizinan reekspor tersebut sebelumnya sudah disetujui kantor pusat Bea dan Cukai. Perusahaan tersebut mengajukan izin reekspor karena barang yang dikirim dari Singapura, kontainernya tertukar dengan kontainer yang seharusnya dikirim ke Filipina.
Sementara itu, Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi berharap, pemerintah dapat serius melakukan reformasi pelayanan publik di segala sektor. Termasuk dalam hal ekspor-impor yang sangat memiliki peran penting dalam perekonomian.
“Jangan sampai investor dan pengusaha jadi enggan lagi berhubungan dengan Bea dan Cukai," kata Uchok.

Awasi Aktivitas Anak di Dunia Maya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Polisi Suhardi Alius meminta para orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak muda di dunia maya. Hal itu demi mencegah anak terhindar dari pengaruh buruk termasuk paham radikal.
"Orang tua minimal harus tahu situs-situs apa saja yang sering diakses oleh anak-anaknya, jangan sampai mereka menjadi radikal karena mengakses internet tanpa ada pengawasan," ungkap Suhardi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (21/10), dikutip dalam siaran persnya.
Berbicara di depan peserta Dialog Sinergisitas Masyarakat Dalam Menangkal Radikalisme, Suhardi mengatakan bahwa perkembangan internet membuka celah bagi masuk dan berkembangnya paham radikal.
Anak-anak muda yang mengakses informasi radikal itu berpeluang besar menjadi radikal atau bahkan menjadi pelaku teror, seperti aksi penyerangan terhadap polisi di Tangerang, teror di Mapolresta Solo, dan penyerangan pendeta di sebuah gereja di Medan.
Meski begitu, Suhardi juga menyatakan bahwa internet tidak sepenuhnya buruk, karena melalui internet pula informasi yang baik dan benar terkait dengan agama dan nasionalisme dapat disebarluaskan ke masyarakat. "Kami di BNPT juga memiliki divisi yang khusus menangani radikalisme di dunia maya, divisi ini bertugas memberikan kontranarasi terhadap konten-konten radikal yang sangat meresahkan," terangnya.
Suhardi juga mengatakan bahwa pihaknya terus berusaha maksimal untuk menanggulangi radikalisme dan terorisme secara total, salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan 17 kementerian/lembaga.
Menurut dia, radikalisme bisa menjangkiti siapa saja, meracuni siapa saja tanpa memandang latar belakangnya. Karena itu, ia meminta agar masyarakat selalu waspada dan tidak menganggap remeh bahaya paham kekerasan ini.
Ia menjelaskan bahwa terorisme adalah kejahatan yang tidak terjadi secara tiba-tiba, ada proses panjang sebelum akhirnya meresap ke pikiran dan sikap seseorang.
Kurangnya ilmu dan kesejahteraan disebutnya sebagai dua hal penting yang membuka celah bagi masuknya paham kekerasan radikal dan terorisme. "Jika seseorang sudah berilmu dengan baik, atau sudah sejahtera hidupnya, mereka tidak akan mudah terpengaruh terorisme," katanya.

Ahok Ingin Bantu Anak-Anak Pesantren

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadiri acara Peringatan Hari Santri dan Deklarasi Pilgub Damai, Jumat (21/10) malam. Acara bertempat di Auditorium Adhyana, Wisma Antara, Jakarta Pusat.
Dalam acara yang diselenggarakan oleh Relawan Nusantara (RelaNU) yang berkolaborasi dengan Nahdliyin Jakarta itu, Basuki mengaku akan memberikan bantuan pendidikan berupa Kartu Jakarta Pintar (KJP) kepada para santri yang bersekolah di pesantren-pesantren di wilayah ibu kota.
"Saya banyak mendapat masukan dari banyak teman. Kalau diperhatikan lagi, banyak sekali anak-anak yang tidak mampu bersekolah di pesantren. Justru anak-anak pesantren itu yang harus dibantu," katanya.
Menurut dia, tidak semua orang bercita-cita ingin menjadi pengusaha, ilmuwan atau pedagang. Tetapi ada juga orang-orang yang bercita-cita untuk menjadi pendakwah. "Maka dari itu, saya ingin memberikan beasiswa kepada santri-santri di Jakarta yang mau kuliah ambil jurusan dakwah. Kita ini kan hidup ber-bhinneka, jadi harus saling bantu satu sama lain," ujar Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur itu pun berharap kedepannya dapat membangun Kota Jakarta bersama-sama dengan para santri, sehingga semakin berkembang dan sejajar dengan kota-kota lain di dunia. "Saya berharap sekali kita bisa membangun Kota Jakarta bersama-sama. Sayang sekali kalau Kota Jakarta rusak karena perebutan kursi gubernur. Kita harus belajar saling menghormati satu sama lain," tutur Ahok.
Selain Ahok, acara tersebut turut dihadiri pula oleh Rais Syuriah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia KH Masdar Farid Mas'udi dan Effendi Choirie atau yang biasa dipanggil Gus Choi.